Jawa

Pada bulan April 1977 para Frater CP dari biara Sekadau, Keuskupan Sanggau (Kalbar), dipindahkan ke Batu (Jatim) agar dapat mengikuti kuliah di Sekolah Tinggi Filsafat dan Teologi (STFT) "Widya Sasana", Malang. Novisiat diteruskan di Sekadau sampai tahun 1981 waktu menyusul ke Batu pula.

Sementara waktu para Frater CP menumpang di Frateran Bunda Hati Kudus (BHK) di Malang dan di Biara Karmel di Batu, sampai akhirnya pada tahun 1978 diperoleh rumah biasa di Jl. Pangl. Sudirman 78 (Batu) yang diberi nama pelindung St. Gabriel. Kemudian dibangun tambahan yang kiranya cukup untuk pembinaan para Frater serta para Novis, sehingga pada tahun 1981 dapat diresmikan sebagai biara dan dan rumah novisiat Kongregasi Pasionis di Indonesia.

Setiap tahun jumlah para Frater dan Bruder CP dalam masa pembinaan bertambah banyak, hingga Biara Batu tidak cukup lagi untuk menampung para Studen, Novis dan Postulan. Oleh karena itu direncanakan Seminari Tinggi khusus bagi Frater dan Bruder yang meneruskan studi sesuai dengan tugasnya masing-masing. Biara itu didirikan di Malang, daerah Tidar, dekat STFT "Widya Sasana". Pembangunan dibiayai oleh Propinsi CP Mater Sanctae Spei di Belanda dan Biaranya, juga di bawah perlindungan Mater Sanctae Spei, mulai dihuni tanggal 2 April 1986.

Dalam jangka beberapa tahun perkembangan panggilan sangat meningkat dan suatu Biara baru dibutuhkan sebagai Seminari Tinggi. Tempatnya dicari sedikit jauh dari keramaian kota Malang agar tanah dapat diolah sebagai salah satu usaha menuju kemandirian. Lokasinya dikenal sebagai Loandeng-Bandulan, sekitar 6 km dari pusat kota, dan pendiriannya dibiayai oleh Propinsi-Propinsi CP di seluruh dunia di bawah koordinasi Kuria Jenderal Kongregasi Pasionis (Roma). Biara ini, dengan nama pelindung Beato Pio Campidelli, diresmikan pada tanggal 18 November 1991.

Pada tahun 1993 tempat kediaman Vikarius Regional Kongregasi Pasionis di Indonesia dipindahkan ke Jakarta. Sebelumnya tinggalnya di Sekadau, Keuskupan Sanggau, Kalimantan Barat. Rumah yang dibeli di Jakarta Barat kecil dan sederhana, namun sangat diperlukan guna mempermudah urusan dan administrasi tarekat tingkat nasional. Kehadiran Kongregasi Pasionis di Keuskupan Agung Jakarta memang strategis dari pelbagai segi, khususnya dari segi eklesial.

Tanggal 2 Maret 1997, kepada Kongregasi Pasionis diserahkan secara resmi Paroki St. Philipus Rasul, Kapuk, Jakarta Utara, melalui acara serah terima antara Pastor Paroki yang lama (CDD) dan Pastor Paroki yang baru (CP). Paroki Kapuk didirikan tahun 1993 dengan wilayah yang dipisahkan dari Paroki "Stella Maris" (Pluit) dan sebagian dari Paroki "Trinitas" (Cengkareng). Selama empat tahun Paroki Kapuk dilayani oleh Serikat Murid-murid Tuhan (CDD). Karena kekurangan tenaga, Kongregasi CDD minta mengundurkan diri dari tugas pastoral tersebut. Sekarang Paroki Kapuk dilayani oleh tiga imam Pasionis: seorang Pastor Paroki dan dua orang Pastor Pembantu. Pada saat ini yang berkarya di Keuskupan Agung Jakarta sembilan Biarawan Pasionis: enam (Imam) di rumah pusat Vice-Provinsi dan tiga (2 Imam, 1 Bruder) di Paroki Kapuk.


Web page by Vincent Carletti CP


Last update 13th March 2012